Jam

Jumat, 15 November 2013

Mau Kurus? Makan Diluar Saat Istirahat

Pasalnya mereka justru mengkonsumsi lebih banyak kalori dan makanan ringan daripada mereka yang makan di luar kantor saat jam makan siang.

Demikan jajak pendapat yang dilakukan Forza Suplemen, seperti dilansir darinydaily,Jumat (15/11/2013).

Jajak pendapat menemukan, mereka yang makan tetap di belakang komputer mereka makan lebih 1.200 kalori selama hari kerja.

"Lebih banyak kita habiskan di kantor - terikat dan dan menjadi budak dari komputer kita sendiri. Sayangnya itu adalah berita yang sangat buruk bagi pola makan kita karena kita tidak punya waktu untuk mencari makanan sehat, makanan yang kurang kalori," kata Managing Director Forza, Lee Smith kepadaThe Daily Mail.[mor]

Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2047455/mau-kurus-makan-diluar-saat-istirahat#.Uoci4qyGNaQ

Hijab Berbahan Kain Paris Makin Diminati

Kini, hijab bukan sekadar kewajiban muslimah melainkan sudah menjadi gaya hidup yang terus diburu para fashionista dan juga hijabers terutama dalam hal berpakaian, terlebih menjelang Ramadhan dan Hari Raya.

Melihat perkembangan tren hijab yang cukup pesat, maka pada 2013 kreasinya akan lebih semarak lagi. Hijab yang masih akan banyak digemari adalah yang berbahan dasar kain paris dan katun karena simpel namun mudah dimodifikasi dalam berbagai gaya.

Tak hanya itu, kedua bahan ini juga dirasa memberikan kenyamanan bagi pemakainya dan memiliki varian warna bermotif polos yang bisa disesuaikan dengan selera, mulai warna terang hingga gelap.

Bagi Anda yang bosan dengan motif polos, maka pada 2013 hijab yang akan menjadi tren adalah motif etnik. Dengan warna-warna yang cenderung gelap, hijab ala tradisional ini akan membuat pemakainya tampil lebih elegan.

Selain itu, motif oriental juga akan banyak jadi inspirasi dengan warna-warna yang lebih beragam. Motif lain yang agak sedikit bergeser adalah floral.Dengan gambar bunga-bunga besar maupun kecil, kecenderungan warna yang ditawarkan adalah warna lembut yang menampilkan nuansa manis pada wajah. Gambar bunga pada lembaran kain jilbab atau kerudung memang terlihat cantik dan akan menonjolkan sisi feminitas.

Bicara tentang model berhijab, ciput ninja yang menutupi seluruh bagian kepala hingga leher tentu masih akan membantu Hijabers mengkombinasikan dan menciptakan berbagai gaya berjilbab yang baru namun tetap sesuai dengan syar'i.

Potongan jilbab lebar tetap akan menjadi tren karena kemudahannya dibuat bentuk ini dan itu. Bukan hanya jilbab simetris, tetapi yang asimetris atau bentuk yang tidak seimbang antara sisi kiri dan kanan justru akan terus mengalami banyak pergeseran. [berbagai sumber/mor]

Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1997921/hijab-berbahan-kain-paris-makin-diminati#.UocjnKyGNaQ

Kreasi Gaya Jilbab Agar Tak Membosankan

Bun Style

Bun style adalah kreasi jilbab dalam bentuk konde yang akan membuat tampilan wanita muslimah semakin mempesona. Caranya?

Pertama, bentuklah rambut Anda menjadi sanggul cepol. Jika rambut belum cukup panjang, Anda bisa mengakalinya dengan buntalan sapu tangan yang diselipkan pada bagian dalam jibab.

Agar praktis, kini banyak dalaman jilbab (penutup kepala dari kaus yang dipakai sebelum memakai jilbab) yang dilengkapi dengan sanggul palsu. Biasanya ada dua jenis dalaman jilbab, yang pertama dengan sanggul di bawah, dan yang ke dua dengan sanggul di atas.

Pilih bentuk dalaman jilbab yang sesuai dengan bentuk wajah Anda. Bagi si wajah oval, dalaman jilbab dengan letak 'sanggul' di atas akan membuat wajah Anda lebih tirus.Sedangkan bagi si wajah persegi, model sanggul di belakang akan menyeimbangkan bentuk wajah Anda sehingga terlihat proporsional.

Setelah itu pakailah jilbab sesuai kreativitas Anda. Lalu gunakan aksesori untuk mengekspos sanggul Anda. Untuk keseharian, gunakan scarf panjang yang diikatkan menyerupai bandana. Sedangkan untuk acara pesta, kalung mutiara atau scarf bisa jadi pilihan.

Etnic Turban

Untuk model jilbab yang satu ini, Anda dapat menggunakan jilbab bermotif batik atau tie-dye yang mewakili nuansa etnik.

Padukan pula dengan busana yang terkesan sporty, karena model jilbab turban akan menonjolkan sisi boyish look dalam diri Anda. Caranya?

Gunakan dalaman jilbab yang menutupi leher, pilih warna yang senada dengan jilbab. Tudungkan jilbab di atas kepala dengan dua sisinya disampirkan di leher, tidak ada yang menjuntai di pundak.

Ambil kedua sisinya, kumpulkan, lalu tarik ke atas dahi. Setelah itu, Pelintir jilbab sampai ujungnya.

Kumpulkan di atas dahi, lalu putar hingga membentuk spiral dan sisakan sedikit ujungnya, lalu jepit dengan jarum pentul.

Jilbab Two-Tone

Jilbab model ini memberi tampilan berbeda saat diaplikasikan dengan kreasi yang tak kalah uniknya. Jilbab yang satu ini juga pas untuk dikenakan untuk kesempatan casual.

Bagi Anda yang belum pernah mencoba tampilan jilbab two-tone, pilih warna dengan gradasi yang tidak terlalu kontras, sehingga penampilan Anda masih tetap lembut dan tidak mencolok. Caranya?

Tudungkan jilbab di kepala. Taruh kedua pinggirannya di pundak, sehingga tidak ada yang menjuntai di punggung.

Ambil pinggiran jilbab lapisan bawah sebelah kanan, jepitkan ke samping telinga kiri. Kunci dengan jarum pentul. Dan Ambil ujung jilbab sebelah kiri, tarik dari arah bawah lapisan jilbab sebelah kanan, sehingga terlihat menyilang.

Tudungkan ke kepala, lalu jepit dengan jarum, Ambil pinggiran jilbab sebelah kanan, tekuk, simpan di atas kepala, Jepit dengan jarum di dekat tusukan jarum di langkah ke-4, dan Ulangi langah ke-5 untuk pinggiran jilbab sebelah kiri.

Jepit lagi dengan jarum di atas kepala, rapikan jilbab, jepit samping kanan dan kiri kepala dengan jarum pentul agar jilbab tidak bergeser dan sematkan corsage berwarna senada sebagai pemanis. [berbagai sumber/mor]

Sumber :
 http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1897391/kreasi-gaya-jilbab-agar-tak-membosankan#.Uoci8ayGNaQ

Sempurna Pakai Jilbab? Pilih Sesuai Bentuk Wajah

Sama seperti potongan rambut, pemilihan jilbab juga sebenarnya harus disesuaikan dengan bentuk wajah sang pemakai agar tampilan busana muslimahnya menjadi sempurna.

Nak, berikut beberapa panduan dalam mimilih jilbab yang disesuaikan bentuk wajah. Seperti apa?

Wajah bulat

Pemilik wajah bulat sebaiknya menggunakan jilbab dengan menutupi sebagian luar pipi. Gunakan bahan loose/jatuh, sehingga memberikan efek wajah lebih ramping.

Pipi 'gemuk'

Bagi si pemilik pipi 'gemuk', alias tembem, sebaiknya menggunakan inner/bandana dan tutup sampai bagian bawah telinga, sehingga inner/bandana dapat menutupi sebagian sisi atas pipi dan jilbab dengan bahan yang loose.
Pipi yang tembem bisa juga disiasati dengan penggunaan tata rias dengan mengaplikasikan shadding pipi.

Wajah panjang

Bagi wajah lonjong buat volume di bagian kepala, misalnya gaya turban, atau bisa juga gunakan inner bandana dengan aksen bertumpuk, untuk menyeimbangkan wajah.

Wajah kecil

Pada wajah kecil Anda bisa menggunakan aksen turban, gunakan aksen loose dengan pilihan bahan yang jatuh, dan jangan menutupi bagian pipi sehingga bagian wajah bisa stand out.

Jika jidat lebar

Untuk jidat lebar, gunakan inner/bandana untuk menutupi bagian luar sisi kanan dan kiri jidat dengan aksen silang, untuk memberikan efek jidat lebih kecil. [berbagai sumber/mor]


Sumber :
 http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1903054/sempurna-pakai-jilbab-pilih-sesuai-bentuk-wajah#.Uoci7qyGNaQ

Kelompok Referensi

Kelompok Referensi

Kelompok Referensi (Acuan)
Kelompok referensi disebut juga sebagai acuan. Kelompok acuan memberikan standar (norma atau nilai) yang dapat menjadi perspektif penentu mengenai bagaimana seseorang berfikir atau berperilaku.Kelompok referensi merupakan sekelompok orang yang secara nyata mempengaruhi perilaku seorang secara langsung atau tidak langsung.Kelompok referensi ini berguna sebagai referensi seseorang dalam pengambilan keputusandan sebagai dasar pembandingan bagi seseorang dalam membentuk nilai dan sikap umum / khusus atau pedoman khusus bagi perilaku.

Tiga macam pengaruh kelompok acuan:
1. Pengaruh Normatif
Ketika seorang individu memenuhi harapan kelompok untuk mendapatkan hadiah langsung atau menghindari hukuman
2. Pengaruh Ekspresi Nilai
Ketika seorang individu kelompok menggunakan norma dan nilai-nilai dianggap sebagai panduan bagi sikap mereka sendiri atau nilai-nilai
3. Pengaruh Informasi
Perilaku dan pendapat kelompok referensi digunakan sebagai berguna potongan informasi yang berpotensi.

Jenis – jenis kelompok referensi berdasarkan pengelompkannya yaitu :
1. Menurut intensitas interaksi dan kedekatannya
•           Kelompok primer
•           Kelompok sekunder
2. Menurut legalitas keberadaan
•           Kelompok formal
•           Kelompok informal
3. Menurut status keanggotaan dan pengaruh
•           Kelompok aspirasi
•           Kelompok disosiasi
•           Primary / secondary
•           Membership

Untuk dapat mempunyai pengaruh tersebut, kelompok rujukan harus melakukan hal – hal berikut ini :
·         Memberitahukan  atau  mengusahakan agar orang menyadari adanya suatu produk / merk khusus,
·         Memberikan  kesempatan pada individu untuk membandingkan pemikirannya sendiri dengan sikap dan perilaku kelompok.
·         Mempengaruhi  individu untuk mengambil sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma kelompok.
·         Membenarkan  keputusan untuk memakai produk-produk yang sama dengan kelompok.
Kelompok referensi terdiri atas dua jenis, yaitu :
-  Kelompok referensi normative
- Kelompok referensi komparatif
Untuk mendorong timbulnya conformity maka kelompok referensi harus melakukan hal-hal sebagai berikut :
·         Memberitahukan atau mengusahakan agar orang menyadari adanya sesuatu produk menarik atau merek yang khusus.
·         Memberikan kesempatan kepada individu untuk membandingkan pemikirannya sendiri dengan sikap dan perilaku kelompok
·         Mempengaruhi individu untuk mengambil sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma kelompok.
·         Membenarkan keputusan untuk memakai produk-produk yang sama dengan kelompok.
Daya tarik kelompok rujukan dalam pemasaran melalui :
·         Daya  tarik selebriti
·         Daya  tarik tenaga ahli
·         Daya  tarik orang biasa
·         Daya  tarik juru bicara eksekutif dan karyawan
·         Daya  tarik kelompok rujukan lain

Peranan anggota keluarga dalam pengambilan keputusan pembelian antara lain : (Sumarwan, 2002)
·         Sebagai initiator, anggota keluarga yang memiliki ide atau gagasan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk
·         Sebagai  influencer, para anggota keluarga yang memberikan pengaruh pada anggota keluarga lain untuk mengambil keputusan dalam pembelian atau tidak membeli suatu produk
·         Sebagai  gate keeper, para anggota keluarga yang mengontrol arus informasi
·         Sebagai  decision , anggota keluaga yang menentukan membeli atau tidak suatu produk
·         Sebagai  buyer, anggota keluarga yang dengan nyata melakukan pembelian
·         Sebagai  preparer, anggota yang mengubah produk mentah menjadi bentuk yang bisa dikonsumsi
·         Sebagai  user, anggota keluarga yang menggunakan produk tersebut
·         Sebagai  maintancer, anggota keluarga yang merawat atau memperbaiki produk
sebagai organizer, anggota keluarga yang mengatur apakah produk tersebut bisa dimulai dipakai atau dibuang atau dihentikan

 
Sumber :
http://fieyanhovya.blogspot.com/2013/01/definisi-kelompok-referensi.html
http://titayulianita.wordpress.com/2011/07/05/bab-8-pengertian-kelompok-referensi/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/11/kelompok-referensi-acuan/

Cantik Berjilbab dengan Gaya Turban

Seperti yang digemari saat ini yaitu kerudung model turban, atau penutup kepala yang lazim dikenakan oleh pria di India, Pakistan atau negara timur tengah lainnya.

Desainer muda asal Bandung, Anggie mengungkapkan, ketika menggunakan kerudung jenis ini kendala perempuan biasanya adalah wajah bulat mereka, yang semakin terlihat jelas dan bagian dada yang seperti terbuka.

"Ada keluhan kalau pakai turban bagian dada saya jadi seolah-olah terbuka karena tidak ada bagian kerudung yang menutupnya," jelas Anggie ketika menggelar tutorial kerudung pada ajang Indocraft 2013 beberapa waktu lalu, seperti ditulis Jumat (15/11/2013).

Di sini, Anggie menggunakan turban yang sudah jadi, bukan kerudung atau jilbab biasa yang dijadikan model seperti turban. Turban di sini sebagai hiasan.

Jadi setelah menggunakan kerudung atau ciput ninja yang menutupi hingga leher.

Untuk mereka yang memiliki pipi bulat atau chubby, Anggie menganjurkan turban diatur dengan posisi asimetris ke salah satu sisi kepala, jangan di tengah-tengah garis wajah.

"Agar turban tetap pada tempatnya dan tidak mudah bergerak-gerak, sematkan jarum pentul tepat di belakang rahang," jelas Anggie yang menata sendiri model kerudung pada model-modelnya.

Lalu untuk mensiasati agar dada tidak terkesan terbuka, Anggie mengusulkan untuk menggunakan scraf.

Usahakan pemilihan scraft yang senada dengan pakaian karena scraft akan menempel pada pakaian.

Scraf ditata membentuk segitiga terbalik dengan model menumpuk-numpuk atau draperi yang kedua ujungnya dipertemukan di belakang leher dengan bantuan jarum pentul. [mor]

Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2047532/cantik-berjilbab-dengan-gaya-turban#.Uocg6ayGNaQ

Kelas Sosial

DEFINISI
Kelas Sosial adalah penggolongan atau pengelompokan sosial (stratifikasi sosial) yang biasanya dipakai untuk menunjukkan lapisan sosial seseorang berdasarkan kriteria ekonomi (kekayaan, pendidikan, dan pekerjaan).
·         KLASIFIKASI KELAS SOSIAL BERDASARKAN STATUS EKONOMI
-      Berdasarkan kepemilikan harta, pada umumnya masyarakat dapat dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu:
1)      Kelas Atas
Terdiri dari kelompok orang-orang kaya  yang dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan secara berlebihan.
2)      Kelas Menengah
Terdiri dari kelompok orang-orang yang berkecukupan, yang sudah dapat memenuhi kebutuhan pokok (primer).
3)      Kelas Bawah
Terdiri dari kelompok orang-orang miskin yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan pokok (primer).
-      Aristoteles membagi masyarakat secara ekonomi menjadi 3 kelas (golongan), yaitu:
1)      Golongan Pertama (Golongan Sangat Kaya)
Merupakan golongan dengan jumlah yang terkecil (sedikit) di dalam masyarakat. Golongan ini terdiri dari para pengusaha, tuan tanah, dan bangsawan.
2)      Golongan Kedua (Golongan Kaya)
Merupakan golongan dengan jumlah yang cukup banyak di dalam masyarakat. Golongan ini terdiri dari para pedagang, dsbnya.
3)      Golongan Ketiga (Golongan Miskin)
Merupakan golongan dengan jumlah terbanyak di dalam masyarakat. Golongan ini terdiri dari rakyat-rakyat biasa.
-      Karl Marx juga membagi masyarakat menjadi 3 kelas (golongan), yaitu:
1)      Golongan Kapitalis (Borjuis)
Merupakan golongan yang terdiri dari para penguasa tanah dan alat produksi.
2)      Golongan Menengah
Merupakan golongan yang terdiri dari para pegawai pemerintah. Golongan menengah cenderung dimasukkan ke dalam golongan kapitalis, karena dalam kenyataannya golongan ini adalah pembela setia kaum kapitalis.
3)      Golongan Proletar
Merupakan golongan yang tidak memiliki tanah dan alat produksi. Termasuk kaum buruh dan pekerja pabrik.


-      Masyarakat Amerika Serikat membagi lapisan masyarakat menjadi 6 kelas, yaitu:
1)      Kelas Sosial Atas – Lapisan Atas (Upper-Upper Class)
Terdiri dari masyarakat yang telah lama kaya.
2)      Kelas Sosial Atas – Lapisan Bawah (Lower-Upper Class)
Terdiri dari masyarakat yang belum lama (baru) kaya.
3)      Kelas Sosial Menengah – Lapisan Atas (Upper-Middle Class)
Terdiri dari pengusaha dan kaum profesional.
4)      Kelas Sosial Menengah – Lapisan Bawah (Lower-Middle Class)
Terdiri dari pegawai pemerintah, kaum semi-profesional, supervisor, pengrajin terkemuka.
5)      Kelas Sosial Bawah – Lapisan Atas (Upper-Lower Class)
Terdiri dari para pekerja tetap (golongan pekerja).
6)      Kelas Sosial Bawah – Lapisan Bawah (Lower-Lower Class)
Terdiri dari para pekerja tidak tetap, pengangguran, buruh  musiman, orang   yang tergantung pada tunjangan.
-      Masyarakat Eropa membagi lapisan masyarakat menjadi 4 kelas, yaitu:
1)      Kelas Puncak (Top Class)
2)      a.   Kelas Menengah Berpendidikan (Academic Middle Class)
    b.   Kelas Menengah Ekonomi (Economic Middle Class)
3)      Kelas Pekerja (Workmen and Formens Class)
4)      Kelas Bawah (Underdog Class)
-      Negara-negara Demokratis membagi lapisan masyarakat menjadi 6 golongan, yaitu:
1)      Golongan Elit
Terdiri dari orang-orang kaya dan orang-orang yang menempati kedudukan atau pekerjaan yang oleh masyarakat sangat dihargai.
2)      Golongan Profesional
Terdiri dari orang-orang yang berijazah dan bergelar, serta orang-orang dari dunia perdagangan yang berhasil.
3)      Golongan Semi-Profesional
Terdiri dari pegawai kantor, pedagang, teknisi yang berpendidikan menengah dan yang tidak bergelar.
4)      Golongan Skill
Terdiri dari orang-orang yang memiliki keterampilan mekanis, teknisi, dan kapster.
5)      Golongan Semi-Skill
Terdiri dari pekerja pabrik tanpa keterampilan, supir, pelayan restoran.
6)      Golongan Un-Skill
Terdiri dari pramuwisma, tukang kebun, petugas kebersihan.
·         FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENENTUAN KELAS SOSIAL
Menurut Engel, Blackwell dan miniard (1995) mengemukakan pendapat Gilbert dan Kahl yang menyebutkan bahwa ada sembilan variabel yang menentukan status atau kelas sosial seseorang, kesembilan variabel tersebut digolongkan ke dalam 3 kategori, yaitu sebagai berikut :
1)      Variabel Ekonomi
a.       Status Pekerjaan
b.      Pendapatan
c.       Harta benda
2)      Variabel Interaksi
a.       Prestis individu
b.      Asosiasi
c.       Sosialisasi
3)      Variabel Politik
a.       Kekuasaan
b.      Kesadaran Kelas
c.       Mobilitas
·         PENGUKURAN KELAS SOSIAL
Meskipun banyak ahli setuju bahwa kelas sosial adalah konsep yang valid dan berguna, tapi tidak ada pernyataan umum bagaimana mengukurnya.  Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial.
1)      Ukuran Subyektif
Dalam pendekatan subyektif untuk menguukur kelas sosial, para individu diminta untuk menaksir kedudukan kelas sosial mereka masing-masing. Klasifikasi keanggotaan kelas sosial yang dihasilkan didasarkan pada persepsi partisipan terhadap dirinya.
2)      Ukuran Reputasi
Pendekatan reputasi untuk mengukur kelas sosial memerlukan informan mengnai masyarakat yang dipilih untuk membuat pertimbangan awal mengenai keanggotaan kelas sosial orang lain dalam masyarakat.
3)      Ukuran Obyektif
Berbeda dari metode subjektif dan reputasi, yang mengharuskan orang memimpikan kedudukan kelas mereka sendiri atau kedudukan para anggotanya. Ukuran obyektif terdiri dari berbagai variabel demografis atau sosioekonomis yang dipilih mengenai individu yang sedang dipelajari. Ukuran obyektif kelas sosial terbagi menjadi dua kategori pokok yaitu indeks variabel tunggal dan indeks variabel gabungan.
a.       Indeks Variabel Tunggal
Indeks variabel tunggal hanya menggunakan satu variabel sosial ekonomi untuk menilai keanggotaan kelas sosial. Beberapa variabel digunakan untuk tujuan sebagai berikut:
1.      Pekerjaan
Merupakan ukuran sosial yang diterima secara luas dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik yang dapat didokumentasikan karena menggambarkan status yang berhubungan dengan pekerjaan.
2.      Pendidikan
Tingkat pendidikan formal seseorang merupakan perkiraan lain bagi kedudukan kelas sosial yang umum diterima. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin besar kemungkinan orang tersebut memiliki penghasilan yang tinggi dan juga kedudukan yang dikagumi atau dihormati.
3.      Penghasilan
Penghasilan perorangan atau keluarga merupakan variabel sosial ekonomi lain yang sering digunakan untuk memperkirakan kedudukan kelas sosial.
4.      Variabel Lain
Variabel lain yang digunakan sebagai sebuah indeks kelas sosial adalah barang yang dimiliki. Skema yang paling terkenal dan merupakan alat penilai yang paling rumit untuk mengevaluasi barang yang dimiliki adalah skala status sosial chapin.
b.      Indeks Variabel Gabungan
Indeks gabungan secara sistematis menggabungkan sejumlah faktor sosial ekonomi untuk membentuk satu ukuran kedudukan kelas sosial yang menyeluruh. Indeks ini sangat menarik untuk diteliti karena dapat menggambarkan dengan lebih baik, kompleknya kelas sosial dibandingkan indeks variabel tunggal.
Dua indeks gabungan yang paling penting adalah:
1.      Indeks Karakteristik Status
Ukuran gabungan kelas sosial yang klasik adalah Warner’s Index of Status Characteristics (ISC). ISC merupakan ukuran tertimbang dari berbagai variabel sosial ekonomi pekerjaan, penghasilan (jumlah penghasilan), model rumah dan daerah tempat tinggal (kualitas lingkungan)
2.      Skor Status Sosial Skonomi
Sosioeconomic Status Score (SES) menggabungkan tiga variabel pekerjaan, penghasilan keluarga dan tingkat pendidikan. SES ini dikembangkan oleh United States Bureau of The Census
·         PENGARUH KELAS SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
Pengaruh dari adanya kelas sosial terhadap perilaku konsumen begitu tampak dari pembelian akan kebutuhan untuk sehari-hari, bagaimana seseorang dalam membeli akan barang kebutuhan sehari-hari baik yang primer ataupun hanya sebagai penghias dalam kelas sosial begitu berbeda.
Untuk kelas sosial dari status yang lebih tinggi akan membeli barang kebutuhan yang bermerek terkenal, ditempat yang khusus dan memiliki harga yang cukup mahal. Sedangkan untuk kelas sosial dari status yang lebih rendah akan membeli barang kebutuhan yang sesuai dengan kemampuannya dan ditempat yang biasa saja.
Aspek hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar. Para konsumen membeli berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota kelas sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para konsumen mungkin menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa produk-produk tersebut adalah produk-produk “kelas yang lebih rendah”.
Adapun yang merupakan ukuran kelas sosial dari konsumen yang dapat diterima secara luas dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik terlihat dari pekerjaan, pendidikan dan penghasilan.
Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.
Dengan mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya hidup dan barang-barang yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih tinggi maka para pemasar sering memasukkan simbol-simbol keanggotaan kelas yang lebih tinggi, baik sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan yang ditargetkan pada audiens kelas sosial yang lebih rendah.
Para individu dapat berpindah ke atas maupun ke bawah dalam kedudukan kelas sosial dari kedudukan kelas yang disandang oleh orang tua mereka. Yang paling umum dipikirkan oleh orang-orang adalah gerakan naik karena tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan memajukan diri.

Sumber :
 http://boetarboetarzz.blogspot.com/2013/01/kelas-sosial.html