Pasalnya mereka justru mengkonsumsi lebih banyak kalori dan makanan
ringan daripada mereka yang makan di luar kantor saat jam makan siang.
Demikan jajak pendapat yang dilakukan Forza Suplemen, seperti dilansir darinydaily,Jumat (15/11/2013).
Jajak pendapat menemukan, mereka yang makan tetap di belakang komputer mereka makan lebih 1.200 kalori selama hari kerja.
"Lebih
banyak kita habiskan di kantor - terikat dan dan menjadi budak dari
komputer kita sendiri. Sayangnya itu adalah berita yang sangat buruk
bagi pola makan kita karena kita tidak punya waktu untuk mencari makanan
sehat, makanan yang kurang kalori," kata Managing Director Forza, Lee
Smith kepadaThe Daily Mail.[mor]
Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2047455/mau-kurus-makan-diluar-saat-istirahat#.Uoci4qyGNaQ
Jam
Jumat, 15 November 2013
Hijab Berbahan Kain Paris Makin Diminati
Kini, hijab bukan sekadar kewajiban muslimah melainkan sudah menjadi
gaya hidup yang terus diburu para fashionista dan juga hijabers terutama
dalam hal berpakaian, terlebih menjelang Ramadhan dan Hari Raya.
Melihat perkembangan tren hijab yang cukup pesat, maka pada 2013 kreasinya akan lebih semarak lagi. Hijab yang masih akan banyak digemari adalah yang berbahan dasar kain paris dan katun karena simpel namun mudah dimodifikasi dalam berbagai gaya.
Tak hanya itu, kedua bahan ini juga dirasa memberikan kenyamanan bagi pemakainya dan memiliki varian warna bermotif polos yang bisa disesuaikan dengan selera, mulai warna terang hingga gelap.
Bagi Anda yang bosan dengan motif polos, maka pada 2013 hijab yang akan menjadi tren adalah motif etnik. Dengan warna-warna yang cenderung gelap, hijab ala tradisional ini akan membuat pemakainya tampil lebih elegan.
Selain itu, motif oriental juga akan banyak jadi inspirasi dengan warna-warna yang lebih beragam. Motif lain yang agak sedikit bergeser adalah floral.Dengan gambar bunga-bunga besar maupun kecil, kecenderungan warna yang ditawarkan adalah warna lembut yang menampilkan nuansa manis pada wajah. Gambar bunga pada lembaran kain jilbab atau kerudung memang terlihat cantik dan akan menonjolkan sisi feminitas.
Bicara tentang model berhijab, ciput ninja yang menutupi seluruh bagian kepala hingga leher tentu masih akan membantu Hijabers mengkombinasikan dan menciptakan berbagai gaya berjilbab yang baru namun tetap sesuai dengan syar'i.
Potongan jilbab lebar tetap akan menjadi tren karena kemudahannya dibuat bentuk ini dan itu. Bukan hanya jilbab simetris, tetapi yang asimetris atau bentuk yang tidak seimbang antara sisi kiri dan kanan justru akan terus mengalami banyak pergeseran. [berbagai sumber/mor]
Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1997921/hijab-berbahan-kain-paris-makin-diminati#.UocjnKyGNaQ
Melihat perkembangan tren hijab yang cukup pesat, maka pada 2013 kreasinya akan lebih semarak lagi. Hijab yang masih akan banyak digemari adalah yang berbahan dasar kain paris dan katun karena simpel namun mudah dimodifikasi dalam berbagai gaya.
Tak hanya itu, kedua bahan ini juga dirasa memberikan kenyamanan bagi pemakainya dan memiliki varian warna bermotif polos yang bisa disesuaikan dengan selera, mulai warna terang hingga gelap.
Bagi Anda yang bosan dengan motif polos, maka pada 2013 hijab yang akan menjadi tren adalah motif etnik. Dengan warna-warna yang cenderung gelap, hijab ala tradisional ini akan membuat pemakainya tampil lebih elegan.
Selain itu, motif oriental juga akan banyak jadi inspirasi dengan warna-warna yang lebih beragam. Motif lain yang agak sedikit bergeser adalah floral.Dengan gambar bunga-bunga besar maupun kecil, kecenderungan warna yang ditawarkan adalah warna lembut yang menampilkan nuansa manis pada wajah. Gambar bunga pada lembaran kain jilbab atau kerudung memang terlihat cantik dan akan menonjolkan sisi feminitas.
Bicara tentang model berhijab, ciput ninja yang menutupi seluruh bagian kepala hingga leher tentu masih akan membantu Hijabers mengkombinasikan dan menciptakan berbagai gaya berjilbab yang baru namun tetap sesuai dengan syar'i.
Potongan jilbab lebar tetap akan menjadi tren karena kemudahannya dibuat bentuk ini dan itu. Bukan hanya jilbab simetris, tetapi yang asimetris atau bentuk yang tidak seimbang antara sisi kiri dan kanan justru akan terus mengalami banyak pergeseran. [berbagai sumber/mor]
Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1997921/hijab-berbahan-kain-paris-makin-diminati#.UocjnKyGNaQ
Kreasi Gaya Jilbab Agar Tak Membosankan
Bun Style
Bun style adalah kreasi jilbab dalam bentuk konde yang akan membuat tampilan wanita muslimah semakin mempesona. Caranya?
Pertama, bentuklah rambut Anda menjadi sanggul cepol. Jika rambut belum cukup panjang, Anda bisa mengakalinya dengan buntalan sapu tangan yang diselipkan pada bagian dalam jibab.
Agar praktis, kini banyak dalaman jilbab (penutup kepala dari kaus yang dipakai sebelum memakai jilbab) yang dilengkapi dengan sanggul palsu. Biasanya ada dua jenis dalaman jilbab, yang pertama dengan sanggul di bawah, dan yang ke dua dengan sanggul di atas.
Pilih bentuk dalaman jilbab yang sesuai dengan bentuk wajah Anda. Bagi si wajah oval, dalaman jilbab dengan letak 'sanggul' di atas akan membuat wajah Anda lebih tirus.Sedangkan bagi si wajah persegi, model sanggul di belakang akan menyeimbangkan bentuk wajah Anda sehingga terlihat proporsional.
Setelah itu pakailah jilbab sesuai kreativitas Anda. Lalu gunakan aksesori untuk mengekspos sanggul Anda. Untuk keseharian, gunakan scarf panjang yang diikatkan menyerupai bandana. Sedangkan untuk acara pesta, kalung mutiara atau scarf bisa jadi pilihan.
Etnic Turban
Untuk model jilbab yang satu ini, Anda dapat menggunakan jilbab bermotif batik atau tie-dye yang mewakili nuansa etnik.
Padukan pula dengan busana yang terkesan sporty, karena model jilbab turban akan menonjolkan sisi boyish look dalam diri Anda. Caranya?
Gunakan dalaman jilbab yang menutupi leher, pilih warna yang senada dengan jilbab. Tudungkan jilbab di atas kepala dengan dua sisinya disampirkan di leher, tidak ada yang menjuntai di pundak.
Ambil kedua sisinya, kumpulkan, lalu tarik ke atas dahi. Setelah itu, Pelintir jilbab sampai ujungnya.
Kumpulkan di atas dahi, lalu putar hingga membentuk spiral dan sisakan sedikit ujungnya, lalu jepit dengan jarum pentul.
Jilbab Two-Tone
Jilbab model ini memberi tampilan berbeda saat diaplikasikan dengan kreasi yang tak kalah uniknya. Jilbab yang satu ini juga pas untuk dikenakan untuk kesempatan casual.
Bagi Anda yang belum pernah mencoba tampilan jilbab two-tone, pilih warna dengan gradasi yang tidak terlalu kontras, sehingga penampilan Anda masih tetap lembut dan tidak mencolok. Caranya?
Tudungkan jilbab di kepala. Taruh kedua pinggirannya di pundak, sehingga tidak ada yang menjuntai di punggung.
Ambil pinggiran jilbab lapisan bawah sebelah kanan, jepitkan ke samping telinga kiri. Kunci dengan jarum pentul. Dan Ambil ujung jilbab sebelah kiri, tarik dari arah bawah lapisan jilbab sebelah kanan, sehingga terlihat menyilang.
Tudungkan ke kepala, lalu jepit dengan jarum, Ambil pinggiran jilbab sebelah kanan, tekuk, simpan di atas kepala, Jepit dengan jarum di dekat tusukan jarum di langkah ke-4, dan Ulangi langah ke-5 untuk pinggiran jilbab sebelah kiri.
Jepit lagi dengan jarum di atas kepala, rapikan jilbab, jepit samping kanan dan kiri kepala dengan jarum pentul agar jilbab tidak bergeser dan sematkan corsage berwarna senada sebagai pemanis. [berbagai sumber/mor]
Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1897391/kreasi-gaya-jilbab-agar-tak-membosankan#.Uoci8ayGNaQ
Bun style adalah kreasi jilbab dalam bentuk konde yang akan membuat tampilan wanita muslimah semakin mempesona. Caranya?
Pertama, bentuklah rambut Anda menjadi sanggul cepol. Jika rambut belum cukup panjang, Anda bisa mengakalinya dengan buntalan sapu tangan yang diselipkan pada bagian dalam jibab.
Agar praktis, kini banyak dalaman jilbab (penutup kepala dari kaus yang dipakai sebelum memakai jilbab) yang dilengkapi dengan sanggul palsu. Biasanya ada dua jenis dalaman jilbab, yang pertama dengan sanggul di bawah, dan yang ke dua dengan sanggul di atas.
Pilih bentuk dalaman jilbab yang sesuai dengan bentuk wajah Anda. Bagi si wajah oval, dalaman jilbab dengan letak 'sanggul' di atas akan membuat wajah Anda lebih tirus.Sedangkan bagi si wajah persegi, model sanggul di belakang akan menyeimbangkan bentuk wajah Anda sehingga terlihat proporsional.
Setelah itu pakailah jilbab sesuai kreativitas Anda. Lalu gunakan aksesori untuk mengekspos sanggul Anda. Untuk keseharian, gunakan scarf panjang yang diikatkan menyerupai bandana. Sedangkan untuk acara pesta, kalung mutiara atau scarf bisa jadi pilihan.
Etnic Turban
Untuk model jilbab yang satu ini, Anda dapat menggunakan jilbab bermotif batik atau tie-dye yang mewakili nuansa etnik.
Padukan pula dengan busana yang terkesan sporty, karena model jilbab turban akan menonjolkan sisi boyish look dalam diri Anda. Caranya?
Gunakan dalaman jilbab yang menutupi leher, pilih warna yang senada dengan jilbab. Tudungkan jilbab di atas kepala dengan dua sisinya disampirkan di leher, tidak ada yang menjuntai di pundak.
Ambil kedua sisinya, kumpulkan, lalu tarik ke atas dahi. Setelah itu, Pelintir jilbab sampai ujungnya.
Kumpulkan di atas dahi, lalu putar hingga membentuk spiral dan sisakan sedikit ujungnya, lalu jepit dengan jarum pentul.
Jilbab Two-Tone
Jilbab model ini memberi tampilan berbeda saat diaplikasikan dengan kreasi yang tak kalah uniknya. Jilbab yang satu ini juga pas untuk dikenakan untuk kesempatan casual.
Bagi Anda yang belum pernah mencoba tampilan jilbab two-tone, pilih warna dengan gradasi yang tidak terlalu kontras, sehingga penampilan Anda masih tetap lembut dan tidak mencolok. Caranya?
Tudungkan jilbab di kepala. Taruh kedua pinggirannya di pundak, sehingga tidak ada yang menjuntai di punggung.
Ambil pinggiran jilbab lapisan bawah sebelah kanan, jepitkan ke samping telinga kiri. Kunci dengan jarum pentul. Dan Ambil ujung jilbab sebelah kiri, tarik dari arah bawah lapisan jilbab sebelah kanan, sehingga terlihat menyilang.
Tudungkan ke kepala, lalu jepit dengan jarum, Ambil pinggiran jilbab sebelah kanan, tekuk, simpan di atas kepala, Jepit dengan jarum di dekat tusukan jarum di langkah ke-4, dan Ulangi langah ke-5 untuk pinggiran jilbab sebelah kiri.
Jepit lagi dengan jarum di atas kepala, rapikan jilbab, jepit samping kanan dan kiri kepala dengan jarum pentul agar jilbab tidak bergeser dan sematkan corsage berwarna senada sebagai pemanis. [berbagai sumber/mor]
Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1897391/kreasi-gaya-jilbab-agar-tak-membosankan#.Uoci8ayGNaQ
Sempurna Pakai Jilbab? Pilih Sesuai Bentuk Wajah
Sama seperti potongan
rambut, pemilihan jilbab juga sebenarnya harus disesuaikan dengan
bentuk wajah sang pemakai agar tampilan busana muslimahnya menjadi
sempurna.
Nak, berikut beberapa panduan dalam mimilih jilbab yang disesuaikan bentuk wajah. Seperti apa?
Wajah bulat
Pemilik wajah bulat sebaiknya menggunakan jilbab dengan menutupi sebagian luar pipi. Gunakan bahan loose/jatuh, sehingga memberikan efek wajah lebih ramping.
Pipi 'gemuk'
Bagi si pemilik pipi 'gemuk', alias tembem, sebaiknya menggunakan inner/bandana dan tutup sampai bagian bawah telinga, sehingga inner/bandana dapat menutupi sebagian sisi atas pipi dan jilbab dengan bahan yang loose.
Pipi yang tembem bisa juga disiasati dengan penggunaan tata rias dengan mengaplikasikan shadding pipi.
Wajah panjang
Bagi wajah lonjong buat volume di bagian kepala, misalnya gaya turban, atau bisa juga gunakan inner bandana dengan aksen bertumpuk, untuk menyeimbangkan wajah.
Wajah kecil
Pada wajah kecil Anda bisa menggunakan aksen turban, gunakan aksen loose dengan pilihan bahan yang jatuh, dan jangan menutupi bagian pipi sehingga bagian wajah bisa stand out.
Jika jidat lebar
Untuk jidat lebar, gunakan inner/bandana untuk menutupi bagian luar sisi kanan dan kiri jidat dengan aksen silang, untuk memberikan efek jidat lebih kecil. [berbagai sumber/mor]
Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1903054/sempurna-pakai-jilbab-pilih-sesuai-bentuk-wajah#.Uoci7qyGNaQ
Nak, berikut beberapa panduan dalam mimilih jilbab yang disesuaikan bentuk wajah. Seperti apa?
Wajah bulat
Pemilik wajah bulat sebaiknya menggunakan jilbab dengan menutupi sebagian luar pipi. Gunakan bahan loose/jatuh, sehingga memberikan efek wajah lebih ramping.
Pipi 'gemuk'
Bagi si pemilik pipi 'gemuk', alias tembem, sebaiknya menggunakan inner/bandana dan tutup sampai bagian bawah telinga, sehingga inner/bandana dapat menutupi sebagian sisi atas pipi dan jilbab dengan bahan yang loose.
Pipi yang tembem bisa juga disiasati dengan penggunaan tata rias dengan mengaplikasikan shadding pipi.
Wajah panjang
Bagi wajah lonjong buat volume di bagian kepala, misalnya gaya turban, atau bisa juga gunakan inner bandana dengan aksen bertumpuk, untuk menyeimbangkan wajah.
Wajah kecil
Pada wajah kecil Anda bisa menggunakan aksen turban, gunakan aksen loose dengan pilihan bahan yang jatuh, dan jangan menutupi bagian pipi sehingga bagian wajah bisa stand out.
Jika jidat lebar
Untuk jidat lebar, gunakan inner/bandana untuk menutupi bagian luar sisi kanan dan kiri jidat dengan aksen silang, untuk memberikan efek jidat lebih kecil. [berbagai sumber/mor]
Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1903054/sempurna-pakai-jilbab-pilih-sesuai-bentuk-wajah#.Uoci7qyGNaQ
Kelompok Referensi
Kelompok Referensi
Kelompok Referensi (Acuan)
Kelompok referensi disebut juga
sebagai acuan. Kelompok acuan memberikan standar (norma atau nilai) yang dapat
menjadi perspektif penentu mengenai bagaimana seseorang berfikir atau
berperilaku.Kelompok referensi merupakan sekelompok orang yang secara nyata
mempengaruhi perilaku seorang secara langsung atau tidak langsung.Kelompok
referensi ini berguna sebagai referensi seseorang dalam pengambilan
keputusandan sebagai dasar pembandingan bagi seseorang dalam membentuk nilai
dan sikap umum / khusus atau pedoman khusus bagi perilaku.
Tiga macam pengaruh kelompok acuan:
1. Pengaruh Normatif
Ketika seorang individu memenuhi
harapan kelompok untuk mendapatkan hadiah langsung atau menghindari hukuman
2. Pengaruh Ekspresi Nilai
Ketika seorang individu kelompok
menggunakan norma dan nilai-nilai dianggap sebagai panduan bagi sikap mereka
sendiri atau nilai-nilai
3. Pengaruh Informasi
Perilaku dan pendapat kelompok
referensi digunakan sebagai berguna potongan informasi yang berpotensi.
Jenis – jenis kelompok referensi berdasarkan pengelompkannya yaitu :
1. Menurut intensitas interaksi
dan kedekatannya
•
Kelompok primer
•
Kelompok sekunder
2. Menurut legalitas keberadaan
•
Kelompok formal
•
Kelompok informal
3. Menurut status keanggotaan dan
pengaruh
•
Kelompok aspirasi
•
Kelompok disosiasi
•
Primary / secondary
•
Membership
Untuk dapat
mempunyai pengaruh tersebut, kelompok rujukan harus melakukan hal – hal berikut
ini :
·
Memberitahukan atau mengusahakan
agar orang menyadari adanya suatu produk / merk khusus,
·
Memberikan kesempatan pada individu untuk
membandingkan pemikirannya sendiri dengan sikap dan perilaku kelompok.
·
Mempengaruhi individu untuk mengambil
sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma kelompok.
·
Membenarkan keputusan untuk memakai
produk-produk yang sama dengan kelompok.
Kelompok referensi
terdiri atas dua jenis, yaitu :
- Kelompok referensi
normative
- Kelompok referensi komparatif
Untuk mendorong timbulnya conformity maka kelompok referensi harus
melakukan hal-hal sebagai berikut :
·
Memberitahukan atau mengusahakan agar orang
menyadari adanya sesuatu produk menarik atau merek yang khusus.
·
Memberikan kesempatan kepada individu untuk
membandingkan pemikirannya sendiri dengan sikap dan perilaku kelompok
·
Mempengaruhi individu untuk mengambil sikap dan
perilaku yang sesuai dengan norma-norma kelompok.
·
Membenarkan keputusan untuk memakai
produk-produk yang sama dengan kelompok.
Daya tarik kelompok rujukan dalam pemasaran melalui :
·
Daya tarik selebriti
·
Daya tarik tenaga ahli
·
Daya tarik orang biasa
·
Daya tarik juru bicara eksekutif dan
karyawan
·
Daya tarik kelompok rujukan lain
Peranan anggota keluarga dalam pengambilan keputusan pembelian
antara lain : (Sumarwan, 2002)
·
Sebagai initiator, anggota keluarga
yang memiliki ide atau gagasan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk
·
Sebagai influencer, para anggota keluarga
yang memberikan pengaruh pada anggota keluarga lain untuk mengambil keputusan
dalam pembelian atau tidak membeli suatu produk
·
Sebagai gate keeper, para anggota
keluarga yang mengontrol arus informasi
·
Sebagai decision , anggota keluaga
yang menentukan membeli atau tidak suatu produk
·
Sebagai buyer, anggota keluarga yang
dengan nyata melakukan pembelian
·
Sebagai preparer, anggota yang
mengubah produk mentah menjadi bentuk yang bisa dikonsumsi
·
Sebagai user, anggota keluarga yang
menggunakan produk tersebut
·
Sebagai maintancer, anggota keluarga
yang merawat atau memperbaiki produk
sebagai organizer, anggota keluarga yang mengatur
apakah produk tersebut bisa dimulai dipakai atau dibuang atau dihentikanSumber :
http://fieyanhovya.blogspot.com/2013/01/definisi-kelompok-referensi.html
http://titayulianita.wordpress.com/2011/07/05/bab-8-pengertian-kelompok-referensi/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/11/kelompok-referensi-acuan/
Cantik Berjilbab dengan Gaya Turban
Seperti yang digemari saat ini yaitu kerudung model turban, atau penutup
kepala yang lazim dikenakan oleh pria di India, Pakistan atau negara
timur tengah lainnya.
Desainer muda asal Bandung, Anggie mengungkapkan, ketika menggunakan kerudung jenis ini kendala perempuan biasanya adalah wajah bulat mereka, yang semakin terlihat jelas dan bagian dada yang seperti terbuka.
"Ada keluhan kalau pakai turban bagian dada saya jadi seolah-olah terbuka karena tidak ada bagian kerudung yang menutupnya," jelas Anggie ketika menggelar tutorial kerudung pada ajang Indocraft 2013 beberapa waktu lalu, seperti ditulis Jumat (15/11/2013).
Di sini, Anggie menggunakan turban yang sudah jadi, bukan kerudung atau jilbab biasa yang dijadikan model seperti turban. Turban di sini sebagai hiasan.
Jadi setelah menggunakan kerudung atau ciput ninja yang menutupi hingga leher.
Untuk mereka yang memiliki pipi bulat atau chubby, Anggie menganjurkan turban diatur dengan posisi asimetris ke salah satu sisi kepala, jangan di tengah-tengah garis wajah.
"Agar turban tetap pada tempatnya dan tidak mudah bergerak-gerak, sematkan jarum pentul tepat di belakang rahang," jelas Anggie yang menata sendiri model kerudung pada model-modelnya.
Lalu untuk mensiasati agar dada tidak terkesan terbuka, Anggie mengusulkan untuk menggunakan scraf.
Usahakan pemilihan scraft yang senada dengan pakaian karena scraft akan menempel pada pakaian.
Scraf ditata membentuk segitiga terbalik dengan model menumpuk-numpuk atau draperi yang kedua ujungnya dipertemukan di belakang leher dengan bantuan jarum pentul. [mor]
Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2047532/cantik-berjilbab-dengan-gaya-turban#.Uocg6ayGNaQ
Desainer muda asal Bandung, Anggie mengungkapkan, ketika menggunakan kerudung jenis ini kendala perempuan biasanya adalah wajah bulat mereka, yang semakin terlihat jelas dan bagian dada yang seperti terbuka.
"Ada keluhan kalau pakai turban bagian dada saya jadi seolah-olah terbuka karena tidak ada bagian kerudung yang menutupnya," jelas Anggie ketika menggelar tutorial kerudung pada ajang Indocraft 2013 beberapa waktu lalu, seperti ditulis Jumat (15/11/2013).
Di sini, Anggie menggunakan turban yang sudah jadi, bukan kerudung atau jilbab biasa yang dijadikan model seperti turban. Turban di sini sebagai hiasan.
Jadi setelah menggunakan kerudung atau ciput ninja yang menutupi hingga leher.
Untuk mereka yang memiliki pipi bulat atau chubby, Anggie menganjurkan turban diatur dengan posisi asimetris ke salah satu sisi kepala, jangan di tengah-tengah garis wajah.
"Agar turban tetap pada tempatnya dan tidak mudah bergerak-gerak, sematkan jarum pentul tepat di belakang rahang," jelas Anggie yang menata sendiri model kerudung pada model-modelnya.
Lalu untuk mensiasati agar dada tidak terkesan terbuka, Anggie mengusulkan untuk menggunakan scraf.
Usahakan pemilihan scraft yang senada dengan pakaian karena scraft akan menempel pada pakaian.
Scraf ditata membentuk segitiga terbalik dengan model menumpuk-numpuk atau draperi yang kedua ujungnya dipertemukan di belakang leher dengan bantuan jarum pentul. [mor]
Sumber :
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2047532/cantik-berjilbab-dengan-gaya-turban#.Uocg6ayGNaQ
Kelas Sosial
DEFINISI
Sumber :
http://boetarboetarzz.blogspot.com/2013/01/kelas-sosial.html
Kelas
Sosial adalah penggolongan atau pengelompokan sosial (stratifikasi sosial) yang
biasanya dipakai untuk menunjukkan lapisan sosial seseorang berdasarkan
kriteria ekonomi (kekayaan, pendidikan, dan pekerjaan).
·
KLASIFIKASI
KELAS SOSIAL BERDASARKAN STATUS EKONOMI
- Berdasarkan kepemilikan harta, pada umumnya masyarakat dapat
dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu:
1)
Kelas
Atas
Terdiri dari kelompok orang-orang kaya yang dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya, bahkan secara berlebihan.
2)
Kelas
Menengah
Terdiri dari kelompok orang-orang yang
berkecukupan, yang sudah dapat memenuhi kebutuhan pokok (primer).
3)
Kelas
Bawah
Terdiri dari kelompok orang-orang miskin
yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan pokok (primer).
- Aristoteles membagi masyarakat secara ekonomi menjadi 3
kelas (golongan), yaitu:
1)
Golongan Pertama (Golongan Sangat Kaya)
Merupakan
golongan dengan jumlah yang terkecil (sedikit) di dalam masyarakat. Golongan
ini terdiri dari para pengusaha, tuan tanah, dan bangsawan.
2)
Golongan Kedua (Golongan Kaya)
Merupakan
golongan dengan jumlah yang cukup banyak di dalam masyarakat. Golongan ini
terdiri dari para pedagang, dsbnya.
3)
Golongan Ketiga (Golongan Miskin)
Merupakan
golongan dengan jumlah terbanyak di dalam masyarakat. Golongan ini terdiri dari
rakyat-rakyat biasa.
- Karl Marx juga membagi masyarakat menjadi 3 kelas (golongan),
yaitu:
1)
Golongan Kapitalis (Borjuis)
Merupakan
golongan yang terdiri dari para penguasa tanah dan alat produksi.
2)
Golongan Menengah
Merupakan
golongan yang terdiri dari para pegawai pemerintah. Golongan menengah cenderung
dimasukkan ke dalam golongan kapitalis, karena dalam kenyataannya golongan ini
adalah pembela setia kaum kapitalis.
3)
Golongan Proletar
Merupakan
golongan yang tidak memiliki tanah dan alat produksi. Termasuk kaum buruh dan
pekerja pabrik.
- Masyarakat Amerika Serikat membagi lapisan masyarakat
menjadi 6 kelas, yaitu:
1)
Kelas Sosial Atas – Lapisan Atas (Upper-Upper
Class)
Terdiri
dari masyarakat yang telah lama kaya.
2)
Kelas Sosial Atas – Lapisan Bawah
(Lower-Upper Class)
Terdiri
dari masyarakat yang belum lama (baru) kaya.
3)
Kelas Sosial Menengah – Lapisan Atas
(Upper-Middle Class)
Terdiri
dari pengusaha dan kaum profesional.
4)
Kelas Sosial Menengah – Lapisan Bawah
(Lower-Middle Class)
Terdiri
dari pegawai pemerintah, kaum semi-profesional, supervisor, pengrajin
terkemuka.
5)
Kelas Sosial Bawah – Lapisan Atas
(Upper-Lower Class)
Terdiri
dari para pekerja tetap (golongan pekerja).
6)
Kelas Sosial Bawah – Lapisan Bawah
(Lower-Lower Class)
Terdiri
dari para pekerja tidak tetap, pengangguran, buruh musiman, orang yang tergantung pada tunjangan.
- Masyarakat Eropa membagi lapisan masyarakat menjadi 4 kelas,
yaitu:
1)
Kelas Puncak (Top Class)
2) a. Kelas
Menengah Berpendidikan (Academic Middle Class)
b. Kelas Menengah Ekonomi (Economic
Middle Class)
3)
Kelas Pekerja (Workmen and Formens
Class)
4)
Kelas Bawah (Underdog Class)
- Negara-negara Demokratis membagi lapisan masyarakat menjadi
6 golongan, yaitu:
1)
Golongan Elit
Terdiri
dari orang-orang kaya dan orang-orang yang menempati kedudukan atau pekerjaan
yang oleh masyarakat sangat dihargai.
2)
Golongan Profesional
Terdiri
dari orang-orang yang berijazah dan bergelar, serta orang-orang dari dunia
perdagangan yang berhasil.
3)
Golongan Semi-Profesional
Terdiri
dari pegawai kantor, pedagang, teknisi yang berpendidikan menengah dan yang
tidak bergelar.
4)
Golongan Skill
Terdiri
dari orang-orang yang memiliki keterampilan mekanis, teknisi, dan kapster.
5)
Golongan Semi-Skill
Terdiri
dari pekerja pabrik tanpa keterampilan, supir, pelayan restoran.
6)
Golongan Un-Skill
Terdiri
dari pramuwisma, tukang kebun, petugas kebersihan.
·
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENENTUAN KELAS
SOSIAL
Menurut
Engel, Blackwell dan miniard (1995) mengemukakan pendapat Gilbert dan Kahl yang
menyebutkan bahwa ada sembilan variabel yang menentukan status atau kelas
sosial seseorang, kesembilan variabel tersebut digolongkan ke dalam 3 kategori,
yaitu sebagai berikut :
1)
Variabel
Ekonomi
a.
Status
Pekerjaan
b.
Pendapatan
c.
Harta
benda
2)
Variabel
Interaksi
a.
Prestis
individu
b.
Asosiasi
c.
Sosialisasi
3)
Variabel
Politik
a.
Kekuasaan
b.
Kesadaran
Kelas
c.
Mobilitas
·
PENGUKURAN KELAS SOSIAL
Meskipun banyak ahli setuju bahwa kelas sosial adalah konsep yang
valid dan berguna, tapi tidak ada pernyataan umum bagaimana mengukurnya. Pendekatan yang sistematis untuk mengukur
kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori berikut ini: ukuran subjektif,
ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial.
1)
Ukuran
Subyektif
Dalam pendekatan subyektif untuk
menguukur kelas sosial, para individu diminta untuk menaksir kedudukan kelas
sosial mereka masing-masing. Klasifikasi keanggotaan kelas sosial yang
dihasilkan didasarkan pada persepsi partisipan terhadap dirinya.
2)
Ukuran
Reputasi
Pendekatan reputasi untuk mengukur kelas
sosial memerlukan informan mengnai masyarakat yang dipilih untuk membuat
pertimbangan awal mengenai keanggotaan kelas sosial orang lain dalam
masyarakat.
3)
Ukuran
Obyektif
Berbeda dari metode subjektif dan
reputasi, yang mengharuskan orang memimpikan kedudukan kelas mereka sendiri
atau kedudukan para anggotanya. Ukuran
obyektif terdiri dari berbagai variabel demografis atau sosioekonomis yang
dipilih mengenai individu yang sedang dipelajari. Ukuran obyektif kelas sosial
terbagi menjadi dua kategori pokok yaitu indeks variabel tunggal dan indeks
variabel gabungan.
a.
Indeks Variabel Tunggal
Indeks
variabel tunggal hanya menggunakan satu variabel sosial ekonomi untuk menilai
keanggotaan kelas sosial. Beberapa variabel digunakan untuk tujuan sebagai
berikut:
1.
Pekerjaan
Merupakan
ukuran sosial yang diterima secara luas dan mungkin merupakan ukuran kelas
sosial terbaik yang dapat didokumentasikan karena menggambarkan status yang
berhubungan dengan pekerjaan.
2.
Pendidikan
Tingkat
pendidikan formal seseorang merupakan perkiraan lain bagi kedudukan kelas
sosial yang umum diterima. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin
besar kemungkinan orang tersebut memiliki penghasilan yang tinggi dan juga
kedudukan yang dikagumi atau dihormati.
3.
Penghasilan
Penghasilan perorangan atau keluarga merupakan variabel sosial ekonomi lain yang
sering digunakan untuk memperkirakan kedudukan kelas sosial.
4.
Variabel Lain
Variabel lain yang digunakan sebagai sebuah indeks kelas sosial adalah barang yang
dimiliki. Skema yang paling terkenal dan merupakan alat penilai yang paling rumit
untuk mengevaluasi barang yang dimiliki adalah skala status sosial chapin.
b.
Indeks Variabel Gabungan
Indeks
gabungan secara sistematis menggabungkan sejumlah faktor sosial ekonomi untuk
membentuk satu ukuran kedudukan kelas sosial yang menyeluruh. Indeks ini sangat
menarik untuk diteliti karena dapat menggambarkan dengan lebih baik, kompleknya
kelas sosial dibandingkan
indeks variabel tunggal.
Dua
indeks gabungan yang paling penting adalah:
1.
Indeks
Karakteristik Status
Ukuran
gabungan kelas sosial yang klasik adalah Warner’s Index of Status
Characteristics (ISC). ISC merupakan ukuran tertimbang dari berbagai variabel
sosial ekonomi pekerjaan, penghasilan (jumlah penghasilan), model rumah dan
daerah tempat tinggal (kualitas lingkungan)
2.
Skor
Status Sosial Skonomi
Sosioeconomic
Status Score (SES) menggabungkan tiga variabel pekerjaan, penghasilan keluarga
dan tingkat pendidikan. SES ini dikembangkan oleh United States Bureau of The
Census
·
PENGARUH KELAS SOSIAL TERHADAP
PERILAKU KONSUMEN
Pengaruh
dari adanya kelas sosial terhadap perilaku konsumen begitu tampak dari
pembelian akan kebutuhan untuk sehari-hari, bagaimana seseorang dalam membeli
akan barang kebutuhan sehari-hari baik yang primer ataupun hanya sebagai
penghias dalam kelas sosial begitu berbeda.
Untuk
kelas sosial dari status yang lebih tinggi akan membeli barang kebutuhan yang
bermerek terkenal, ditempat yang khusus dan memiliki harga yang cukup mahal.
Sedangkan untuk kelas sosial dari status yang lebih rendah akan membeli barang
kebutuhan yang sesuai dengan kemampuannya dan ditempat yang biasa saja.
Aspek
hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar. Para konsumen membeli
berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota kelas
sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para konsumen mungkin
menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa produk-produk tersebut
adalah produk-produk “kelas yang lebih rendah”.
Adapun
yang merupakan ukuran kelas sosial dari konsumen yang dapat diterima secara
luas dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik terlihat dari pekerjaan,
pendidikan dan penghasilan.
Peneliti
konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor
gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama) yang
cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.
Dengan
mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya hidup dan barang-barang
yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih tinggi maka para pemasar
sering memasukkan simbol-simbol keanggotaan kelas yang lebih tinggi, baik
sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan yang ditargetkan pada audiens
kelas sosial yang lebih rendah.
Para
individu dapat berpindah ke atas maupun ke bawah dalam kedudukan kelas sosial
dari kedudukan kelas yang disandang oleh orang tua mereka. Yang paling umum
dipikirkan oleh orang-orang adalah gerakan naik karena tersedianya pendidikan
bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan memajukan diri.
Sumber :
http://boetarboetarzz.blogspot.com/2013/01/kelas-sosial.html
Langganan:
Postingan (Atom)